Home Event Dua Etape Tour de Lombok Mandalika Dikuasai Pebalap Australia

Dua Etape Tour de Lombok Mandalika Dikuasai Pebalap Australia

28
0
SHARE
Dua Etape Tour de Lombok Mandalika Dikuasai Pebalap Australia
Tour de Lombok Mandalika. Photo by Miq Izzy

lombokonline.co.id, Tanjung – Pebalap sepeda Australia Earl Nathan James benar-benar digdaya pada ajang balap sepeda Tour de Lombok-Mandalika. Pebalap dari tim Ukyo Jepang itu tampil prima dengan menjuarai etape pertama dan etape kedua yang berlangsung Kamis (13/4) dan Jumat (14/4).

Di etape pertama yang yang mengambil start dari Mataram dan finish Kuta, Lombok Tengah, Nathan melahap etape sepanjang 126,3 kilometer dengan waktu 3 Jam 16 menit 21 detik. Dia unggul 1 menit 26 detik dari Ricardo Garcia dari tim Kinan Cycling. Sementara tempat ketiga diraih Benjamin Prades Reverter, yang membalap untuk tim yang sama dengan Nathan.

Nathan bahkan memborong seluruh predikat kategori pebalap terbaik. Nathan menjadi pebalap raja sprint dan berhak mengenakan jersey warna biru. Juga menjadi raja tanjakan dan berhak mengenakan jersey warna abu. Sementara sebagai juara etape, Nathan juga berhak mengenakan jersey warna kuning.

Pada etape kedua yang berlangsung kemarin, start dimulai dari Bangsal di Lombok Utara dan finish di Senaru, di kaki Rinjani dengan jarak 112,8 kilometer. Dilepas Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, para pebalap melintasi rute dari Pelabuhan Bangsal – Pasar Pemenang – Jalan Raya Pemenang – Kawasan Wisata Pusuk – Gunung Sari – Meninting – Senggigi – Nipah -Malaka – Pemenang – Tanjung – Kayangan – Bayan – Karang Bajo dan finish di Senaru.

Rute etape kedua sangat menantang. Di antaranya dengan banyaknya tanjakan terjal dengan kemiringan hingga 45 derajat. Namun, rute ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Terutama di pesisir barat Pulau Lombok mulai dari kawasan wisata Pantai Senggigi.

Namun, Nathan mampu menaklukkan semua etape itu dengan mudah. Dia mengulangi suksesnya seperti di etape pertama.  Pria asal Asutralia itu mampu menyelesaikan balapan dengan waktu 2 jam 59 menit 34 detik.

Selain menjadi yang tercepat, Nathan juga meraih semua kategori. Di antaranya, sprint overall dengan nilai 30 poin, dan king of mountain dengan dengan mengumpulkan 18 poin. Memenangi etape kedua, Nathan pun tetap berhak mengenakan jersey warna kuning.

Total dari dua etape yang dilalui Nathan sejauh 239 kilometer diselesaikan dengan waktu  6 jam 15 menit 35 detik.

Di posisi kedua pada etape kedua kemarin, diraih Prades Reverter dari Spanyol yang masih satu tim dengan Nathan. Sedangkan finish ketiga pebalap Italia Rebelling Davide yang membalap untuk tim KUW. Selisih kedua pebalap ini dengan Nathan hanya beberapa detik.

Sementara Ricardo yang menjadi runner up pada etape pertama tak mampu menyelesaikan balapan dengan baik. Dia tercecer di posisi tujuh dengan catatan waktu lebih lambat lebih dari dua menit dari pebalap di urutan pertama.

Nathan kepada media yang mewawancarainya usai finish mengatakan, etape kedua memang lebih sulit. Tanjakan terjal membuat tenaganya terkuras. ”Etape ini sangat berat bagi saya,” kata Nathan.

Pada 546 meter sebelum garis finish, dia mengaku tenaganya sudah terkuras lantaran garis finishh memang jalurnya menanjak. Sehingga dia mengurangi tempo dan mengambil napas panjang. “Saat itu pebalap lain sudah mulai mendekat. Namun, saya berusaha untuk mempertahankan itu semua. Pada 10 meter sebelum garis finish saya langsung sprint dan meraih finish di posisi pertama,” katanya.

Diakuinya, etape ketiga hari ini yang akan mengambil start di Pantai Kuta, Mandalika, dan finishh di Sembalun, Lombok Timur, akan menjadi semakin menantang. Sementara secara fisik, juga pasti terkuras.”Target saya adalah menyelesaikan seluruh etape dengan baik,” ungkapnya.

Nathan mengatakan, dia sudah lama mengikuti beberapa ajang balap sepeda internasional di beberapa negara. Namun, baru kali ini ia mampu menjadi juara. ”Saya latihan bertahun-tahun agar bisa menjadi juara ini,” tukasnya.

Kaos Merah Milik Suryadi

Pada tour de Lombok-Mandalika panitia juga menyiapkan kategori Overall Best Indonesian Rider (Red Jersey). Kategori itu diperebutkan khusus bagi para pebalap nasional.

Pada kategori itu, Dadi Suryadi menjadi pebalap tercepat di antara pebalap nasional lain di etape pertama dan kedua. Di etape pertama Suryadi yang membela tim Trengganu Cycling dari Malaysia mencatatkan waktu 3 jam 25 menit 16 detik. Tidak masuk pebalap yang finish di sepuluh besar.

Sementara pada etape kedua, pebalap asal Sumedang itu kembali meraih Red Jersey dengan mencatatkan waktu 3 jam 1 menit 10 detik. Juga masih diluar pebalap yang finishh di sepuluh besar pertama. Namun, jersey merah yang diraih Dadi, sama seperti ketika dia ikut Tour de Singkarak 2016 lalu.

Suryadi mengatakan, rute Tour de Lombok-Mandalika jauh lebih berat dibanding event lain yang pernah dia ikuti. ”Jauh lebih berat dibanding Tour de Singkarak dan Tour de Ijen,” katanya.

Di etape ketiga hari ini, dia ingin posisinya jauh lebih baik. ”Saya ingin masuk 10 besar,” harapnya. (arl/r8)


Facebook Comment

LEAVE A REPLY