Home Peristiwa Mandi di Aiq Kalak Rinjani, Mahasiswa Asal Jogja Tewas

Mandi di Aiq Kalak Rinjani, Mahasiswa Asal Jogja Tewas

322
0
SHARE
Mandi di Aiq Kalak Rinjani, Mahasiswa Asal Jogja Tewas
Jasad Almarhum saat di evakuasi. Photo by Anto Cepen Sembalun

lombokonline.com, Mataram – Seorang mahasiswa asal Dusun Jomblang Desa Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul, Yogyakarta atas nama Taufik Budi Prasetiyo ditemukan tewas hari ini, Selasa, 25 April 2017. Taufik tenggelam di pemandian air panas Aik Kalak di sekitar danau Segara Anak pada Minggu, 23 April 2017.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD NTB, Mohammad Rum peristiwa terjadi saat Taufik dan rekannya, Muhammad Ali S hendak mengambil air di mata air sekitar Aiq Kalak. Setelah mengambil air, Ali dan korban mampir untuk berfoto. Tergoda berenang di sumber air panas, Taufik pun mengajak Ali mandi.

Jasad Korban saat di evakuasi. Photo by Anto Cepen Sembalun

Ali sempat ragu dan menyarankan mandi di sumber air yang ramai pengunjung. Taufik tak menghiraukan saran Ali dan langsung melepas pakaian. Ali melihatnya berada di pinggir kolam Aiq Kalaq. Ali juga tertarik untuk mandi, namun ia memilih untuk mengantarkan air ke atas bukit lokasi mereka berkemah.

“Jarak dari tempat menaruh air dengan TKP sekitar 20 meter, setelah menaruh air Ali langsung turun ke TKP. Tapi Ali tidak melihat korban berada di tempatnya,” ujar Rum.

Melihat temannya hilang, Ali langsung  mencari bantuan ke arah perkemahan (base camp) dan bertemu pendaki lainnya. Bersama pendaki lainnya Ali berusaha mencari Taufik. Pencarian dilakukan selama tiga jam dan hingga Minggu malam sekitar pukul 20.00, korban tidak ditemukan.

Baru pada hari ini pencarian Taufik membuahkan hasil, meski ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Saat ini korban sedang dalam proses evakuasi dari Danau Segara Anak menuju Pos Resort Sembalun yang dilakukan oleh petugas Balai TNGR dan Tim Medis Edelweis Medical Help Center (EMHC). Rencana korban akan dilakukan otopsi di RS Umum Selong Lombok Timur,” jelasnya.

Diketahui Taufik bersama dua rekannya, Muhammad Ali S dan Setio Teguh asal Bogor melakukan pendakian pada 21 April 2017 melalui pintu pendakian Sembalun. Pendakian ini direncanakan dilakukan selama tiga hari dua malam. Namun ajal tak dapat ditolak, Taufik ditemukan tewas sebelum bisa mencapai puncak Rinjani. (ros)


Facebook Comment

LEAVE A REPLY