Lari Ekstrem Rinjani 100K Kembali Digelar, 1000 Peserta Ikut

by Jackysan
858 views

LOMBOKONLINE.co.id, Sembalun – Apakah anda tipikal orang yang suka olahraga, tantangan, dan wisata? Kalau iya, jangan lewatkan kejuaraan lari internasional (trail run) Rinjani 100K. Event ini mengajak peserta untuk mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilaksanakan 4-6 Mei 2018, dengan target diikuti 1.200 peserta.

“Jumlah peserta kali ini meningkat tajam. Tahun lalu, jumlah pelari sebanyak 504 orang. Tahun ini yang sudah mendaftar sudah 840 pelari. Sedangkan targetnya mencapai 1.200 pelari dari 40 negara,” ucap Deputi Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana di Jakarta, Minggu (18/2).

Menurut Pitana, peningkatan peserta Rinjani 100K kali ini hingga 80 persen. Hal ini terjadi karena Rinjani 100K menjadi agenda rutin tahunan. “Ini bukti Rinjani 100K diminati penggemar,” papar Pitana.

Rinjani 100K akan dibagi menjadi 4 kategori. Mulai dari 100K, 60K, 36K, dan 27K. Peserta luar negeri yang telah mendaftar antara lain Australia, Austria, China, Perancis, Jepang, Slovakia, Rumania, Rusia, Belanda, Selandia Baru, Hongkong, Lebanon, Macau, hingga Vietnam.

“Pelari asal Indonesia juga tak kalah antusias. Sebanyak 424 pelari sudah mendaftar. Tidak hanya, 49 penginapan (hotel dan homestay) dengan jumlah kamar 760 kamar, sudah ludes terpesan,” tambahnya.

Race Director Rinjani 100K, Rudi Rohmansyah, menjelaskan, medan balap lari Rinjani 100K terbilang sulit. Untuk kategori 100k, lintasan dimulai dari Desa Senaru, Bayan, melewati hutan lebat menuju Pelawangan Senaru. Peserta kemudian harus menuruni tebing-tebing terjal menuju Danau Segara Anak.

Setelah itu, peserta akan melanjutkan lari menuju Pelawangan Sembalun. Trek curam menuju Puncak Gunung Rinjani telah menunggu. Peserta kemudian turun ke Desa Sembalun, Lombok Timur. Trek ini melewati perbuktian tinggi dan padang sabana yang belum banyak terjamah.

“Rinjani punya keunikan dan diminati komunitas sport tourism. Ini motivasi kita untuk menjaga Rinjani lebih baik, dari sisi pengelolaan dan kelestarian alam,” kata Rudi.

You may also like

Leave a Comment