Home » Rombongan Famtrip Dubai Terpesona Budaya Suku Sasak

Rombongan Famtrip Dubai Terpesona Budaya Suku Sasak

by Jackysan

LOMBOKONLINE.co.id, Lombok Tengah – Tidak lengkap rasanya berkunjung Lombok tanpa menyempatkan diri untuk singgah ke Dusun Ende. Dusun yang hanya memiliki luas wilayah sekitar 1 hektare ini berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Mengobati rasa penasaran, rombongan familiarization trip (famtrip) asal Dubai pun diajak berkunjung ke kampung tradisional Sasak Ende. Dari Kota Mataram, perjalanan sejauh lebih kurang 40 km, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Begitu sampai di lokasi, rombongan disambut ramah oleh masyarakat Suku Sasak yang mendiami Dusun Ende.

Hal pertama yang menarik perhatian peserta famtrip adalah rumah penduduk yang masih sangat sederhana. Siapa sangka, rumah tersebut dibangun hanya menggunakan tanah liat yang dicampur kotoran kerbau. Atapnya terbuat dari ilalang, dan didesain miring sehingga para tamu yang berkunjung harus menundukkan kepala. Hal itu dimaknai sebagai penghormatan kepada pemilik rumah.

Rombongan Famtrip Dubai saat mengunjungi pantai Mandalika, Kuta Lombok. Photo Jackysan Lombok

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Ende menjalani aktivitas dengan memegang teguh tradisi yang masih mengakar dari para leluhur. Salah satunya prosesi kawin lari. Dalam tradisi ini, pihak pria membawa lari wanita yang akan dinikahinya. Hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua si wanita. Biasanya, waktu pelarian berlangsung 3 hari. Selanjutnya, orang tua wanita akan menebus untuk membicarakan kelanjutan hubungan ke jenjang pernikahan.

Salah satu peserta famtrip dari social media influencer, Sapna Aidasani, mengaku takjub dengan rumah Suku Sasak tersebut. Meski bentuknya sederhana, namun cara pembangunannya memberi daya tarik tersendiri untuk disimak.

Peserta Famtrip Dubai sedang mencoba atraksi Presean di kampung Sasak Ende. Photo by Jackysan

“Saya tidak pernah terpikir ada rumah yang dibangun dari tanah liat dan kotoran kerbau. Meski sepintas membuat saya agak bergidik, tetapi ini sangat unik. Aromanya juga tidak membuat kita mual. Kami ‘enjoy’ di sini,” ujarnya.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional III Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sigit Witjaksono mengatakan, sebelum ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, peserta terlebih dahulu berkunjung ke Pulau Dewata, Bali.

Rombongan famtrip ini adalah Mochammad Arif Ramadhan (Vice Consul), Ahmad Banu Mustafa (Technical Staff), Rasheed Arakkakattil (Marketing Bin Moosa Travel), Nour Aridi Indonesia (VITO), Angelito De Guzman Villeza (Travtalk, Videographer), Rania Salama Pinpoint Media (Edgar, Yachts Altitude Magazine), Sapna Aidasani (Social Media Influencer), dan Syed Ikram Shikooh (Dubai Media).

Rombongan Famtrip Dubai berswafoto di gapura kampung Sasak Ende. Photo Jackysan Lombok

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Nia Niscaya menegaskan, potensi pasar Timur Tengah masih terbuka lebar dan perlu untuk dimaksimalkan. Terutama untuk destinasi wisata yang saat ini dikunjungi, yaitu Bali dan Lombok.

“Kami berharap Bali dan Lombok akan semakin dikenal oleh wisatawan Timur Tengah. Melalui kegiatan ini, para peserta famtrip bisa membantu mempromosikannya lewat publikasi media di negaranya, baik cetak maupun online, dan juga media elektronik. Kami optimistis kunjungan wisman Timur Tengah akan meningkat,” katanya.

You may also like



Awesome Facebook Comments