Festival Bau Nyale 2020 Dilaksanakan 14-15 Februari 2020 di Tanjung Aan

by Jackysan
2071 views

LOMBOKONLINE.co.id – Lombok Tengah – Experience unik menangkap Cacing Laut ditawarkan oleh Festival Pesona Bau Nyale 2020. Puncak festival tersebut bisa dinikmati pada 14-15 Februari 2019. Namun, wisatawan bisa datang lebih awal ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebab, ada beragam keseruan yang ditawarkan event tersebut tahun ini.

Penetapan puncak Festival Pesona Bau Nyale sudah final, Sabtu (11/1). Prosesinya didasarkan kepada Sangkep Warige. Pemilihan tanggal untuk Ritual Bau Nyale (menangkap Cacing Laut) dilakukan oleh Tokoh Adat, Masyarakat, dan Budayawan, berlokasi di Rumah Adat Sasak Ende, Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah.

“Sangkep Warige sudah dilakukan. Puncak acara festival berupa Bau Nyale akan dilakukan pekan ke-2 Februari. Semoga banyak Cacing Laut yang keluar sehingga menjadi moment yang luar biasa,” ungkap Bupati Lombok Tengah Moh Suhaili.

Secara umum, penetapan puncak Bau Nyale selalu didasarkan kepada tanda-tanda alam. Sebut saja, ada Bunyian Tengkerek, Bintang Rowot, dan tanda alam lainnya. Selain tanda alam, penetapan tata waktu-nya juga diselaraskan dengan Penanggalan Sasak. Semuanya disepakati melalui momentum Sangkep Warige.

“Sangkep Warige itu merupakan rapat adat. Semua unsur adat dilibatkan dalam Sangker Warige dan dimintai pendapatnya. Hingga semua sepakat dengan kesimpulan apabila puncak Festival Pesona Bau Nyale dilaksanakan 14-15 Februari 2020. Tapi, wisatawan bisa datang lebih awal,” papar Suhaili.

Bau Nyale menjadi momentum yang dinanti masyarakat Lombok. Menurut mitos, Nyale ini dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika yang rupawan. Sang Putri rela berkorban dengan menceburkan diri ke laut. Opsi itu diambilnya untuk menghindari pertumpahan darah para pangeran kerajaan di Lombok. Sejak awal mereka memperebutkan Putri Mandalika untuk dijadikan istri.

“Festival Pesona Bau Nyale memiliki mitologi yang luar biasa. Cerita tersebut tetap terpelihara hingga saat sekarang ini. Menariknya, Nyale juga tetap muncul setiap tahunnya. Dengan keunikan tersebut, kami ingin membagikannya bersama para wisatawan yang berkunjung,” terang Suhaili lagi.

Mengacu kalender Suku Sasak, Nyale bisa ditangkap setiap tanggal 20 bulan 10. Lokasinya tersebar di beberapa pantai. Sebut saja, Pantai Tanjung Aan, Seger, Selong Belanak, dan lainnya. Pantai Tanjung Aan pun ditetapkan sebagai venue perayaan puncak festival tahun ini. Sebab, Pantai Seger sedang dibangun Sirkuit MotoGP Mandalika.

“Memang ada yang berbeda dari lokasi festival tahun ini. Biasanya puncak acara digelar di Pantai Seger. Tapi, karena di sana sedang dibangun sirkuit MotoGP, maka lokasinya dipindahkan. Yang jelas lokasi baru ini tetap eksotis. Sebab, pantai-pantai di Lombok itu indah semuanya,” katanya.

Menjadi venue puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020, beragam warna eksotis ditawaran Pantai Tanjung Aan. Kawasan ini menjadi salah satu primadona di kawasan Mandalika. Dengan hamparan pasir putih, ada beragam aktivitas yang bisa dinikmati wistaawan sekaligus. Ada surfing, snorking, diving, hingga sekedar berjemur. Pantai ini juga dilengkapi Bukit Merese, pantai Batu Payung dan lainnya.

“Bau Nyale menjadi daya tarik luar biasa. Publik selalu menanti momentum tersebut. Kami optimistis, pergerakan wisatawan di sana akan semakin besar. Sebab, festival juga menawarkan banyak experience baru. Segera saja bersiap untuk datang langsung ke Lombok, sebab rangkaian eventnya segera dimulai,” tutup Plt Kepala Biro Komuniksi Publik Kemenparekraf Guntur Sakti.(***)

Courtesy : indonesiatravel.news

You may also like

Leave a Comment